Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Ulum Lubuk Malako Berlangsung Khidmat

16 Januari 2026
Staff Jurnalis
Dibaca 45 Kali
Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Ulum Lubuk Malako Berlangsung Khidmat

Lubuk Malako - Masjid Nurul Ulum, Nagari Lubuk Malako, menjadi pusat pelaksanaan kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Kamis malam, 15 Januari 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB hingga 23.00 WIB ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan nagari serta masyarakat setempat.

Peringatan Isra’ Mi’raj ini dilaksanakan sebagai bentuk refleksi spiritual dan penguatan keimanan umat Islam terhadap salah satu peristiwa agung dalam sejarah kenabian Nabi Muhammad SAW. Masyarakat Lubuk Malako tampak antusias menghadiri kegiatan tersebut sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah dan komitmen untuk meneladani ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Nagari Lubuk Malako, Abdul Reda, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Malako, Riono Pendri yang bergelar Inyiek Bandaro Putiah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta segenap masyarakat Nagari Lubuk Malako dari berbagai kalangan.

Kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj ini dibuka secara resmi oleh Wali Nagari Lubuk Malako, Abdul Reda. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta masyarakat yang telah berpartisipasi aktif sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik, tertib, dan penuh makna.

Setelah pembukaan resmi, acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Maulana Yatim dari Dharmasraya. Dalam tausiyahnya, Ustadz Maulana Yatim mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan peringatan Isra’ Mi’raj sebagai momentum memperkuat persatuan dan kesatuan umat, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam membangun nagari.

Beliau menekankan bahwa salah satu hikmah utama dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, saling menghormati perbedaan, serta menghindari perpecahan yang dapat melemahkan umat. Persatuan, menurut beliau, merupakan kunci kekuatan umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Selain itu, Ustadz Maulana Yatim juga menguraikan hikmah Isra’ Mi’raj sebagai peristiwa yang menegaskan kewajiban shalat lima waktu bagi umat Islam. Shalat bukan hanya sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai sarana pembentukan akhlak, kedisiplinan, serta pengendalian diri yang berdampak positif dalam kehidupan sosial.

Dalam ceramahnya, beliau mengajak masyarakat Lubuk Malako untuk menjadikan nilai-nilai Isra’ Mi’raj sebagai pedoman hidup, khususnya dalam meningkatkan kualitas iman, ketakwaan, dan kepedulian sosial. Dengan shalat yang baik dan persatuan yang kuat, diharapkan masyarakat mampu menciptakan kehidupan nagari yang harmonis dan sejahtera.

Wali Nagari Lubuk Malako, Abdul Reda, dalam harapannya menyampaikan agar kegiatan keagamaan seperti peringatan Isra’ Mi’raj ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurut beliau, kegiatan tersebut sangat penting sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual masyarakat, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Beliau juga berharap agar nilai-nilai persatuan, kebersamaan, dan keteladanan Nabi Muhammad SAW yang disampaikan dalam ceramah dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Nagari Lubuk Malako diharapkan menjadi nagari yang religius, rukun, dan mampu berkembang secara sosial serta budaya dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini pun ditutup dengan makan dan doa bersama, dengan harapan semoga seluruh masyarakat Lubuk Malako senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, serta kekuatan dalam menjaga persatuan dan membangun nagari yang lebih baik di masa yang akan datang.