BUMNag Madani Lubuk Malako Menenun Kemandirian Ekonomi dari Jantung Solok Selatan

26 Januari 2026
Staff
Dibaca 18 Kali
BUMNag Madani Lubuk Malako Menenun Kemandirian Ekonomi dari Jantung Solok Selatan

LUBUK MALAKO – Nagari Lubuk Malako di Kecamatan Sangir Jujuan kini tidak lagi dipandang sebelah mata dalam peta kekuatan ekonomi lokal di Sumatera Barat. Melalui BUMNag Madani, sebuah Badan Usaha Milik Nagari yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi, wilayah ini berhasil menciptakan ekosistem kesejahteraan yang mandiri dan berkelanjutan. Sejak resmi memulaki langkahnya pada 10 November 2017 dengan modal awal berupa hibah unit kendaraan dari Kementerian Perhubungan, lembaga ini telah bertransformasi menjadi korporasi tingkat desa yang dikelola secara profesional.

Kunci keberhasilan BUMNag Madani terletak pada keberanian melakukan restrukturisasi besar-besaran pada tahun 2018 melalui rekrutmen terbuka yang bekerja sama dengan pihak akademisi dari NDC Universitas Andalas. Langkah strategis ini segera diikuti dengan penguatan aset, termasuk perluasan lahan perkebunan sawit yang kini telah mencapai total luas 170 hektar. Dengan dukungan 32 karyawan, unit perkebunan ini mampu menghasilkan produksi fantastis hingga 1.560 ton sawit berkualitas setiap tahunnya, yang menjadi mesin pendapatan utama bagi nagari.

Diversifikasi usaha pun terus berkembang ke sektor layanan publik dan perdagangan melalui pengelolaan Pasar Nagari Banca Kampeh yang tertata secara efisien. Unit usaha pasar ini mencakup pemungutan retribusi, pengelolaan parkir, hingga kebersihan kios yang secara konsisten menyumbangkan pendapatan tahunan sekitar Rp90 juta rupiah. Selain itu, kebutuhan mobilitas masyarakat juga terpenuhi melalui unit transportasi yang menyediakan armada ambulans, truk canter, hingga bus mikro yang dikelola oleh pengemudi profesional demi menjamin keamanan warga.

Namun, pencapaian BUMNag Madani tidak berhenti pada angka-angka di atas kertas, melainkan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat Lubuk Malako. Di sektor pendidikan, lembaga ini secara aktif menyalurkan subsidi SPP bulanan bagi siswa sekolah menengah, bantuan finansial untuk mahasiswa perguruan tinggi lokal, hingga pemberian apresiasi senilai satu juta rupiah bagi setiap satu juz hafalan siswa tahfidz. Bahkan, komitmen ini meluas hingga penyediaan lahan untuk pembangunan Kampus AK Solok Selatan seluas 1,5 hektar.

Sejalan dengan visi pembangunan daerah, kontribusi BUMNag Madani juga menyentuh aspek infrastruktur dan pelestarian budaya. Dukungan nyata diberikan melalui rehabilitasi Rumah Gadang suku, pembangunan akses jalan, irigasi, serta pembangunan rumah ibadah secara rutin setiap tahunnya. Dengan penyediaan lahan untuk fasilitas vital seperti Rumah Sakit Pratama dan lahan pemakaman umum, BUMNag Madani telah membuktikan bahwa kemandirian ekonomi desa adalah kunci utama menuju masa depan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat.